Permusuhan Jawa dan Sunda

on Monday, June 29, 2009


Kenapa di jawa barat tidak ada jalan yang bernama gajah mada atau hayam wuruk??Kenapa orang sunda selalu berkata sunda itu bukan jawa??padahal sama-sama berada di pulau jawa. Padahal orang-orang jawa tengah, jawa timur, yogyakarta, dan pulau madura mengaku orang jawa. Apa karena permusuhan antara kerajaan Pajajaran dan Majapahit ratusan tahun yg lalu masih berbekas di pikiran orang-orang sunda dan orang jawa jaman sekarang??

Dikutip dari berbagai sumber, permusuhan historis Sunda-Majapahit berawal dari peristiwa Perang Bubat di Jaman Majapahit. Dikisahkan peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda.

Selain ketertarikan sang raja, pernikahan juga untuk mempererat tali persaudaraan yang telah lama putus antara Majapahit dan Sunda. Padahal, Raden Wijaya, pendiri Majapahit yang masih keturunan Sunda. Maka disepakati, pernikahan digelar di Majapahit.

Melihat Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit, maka timbul niat lain dari Mahapatih Gajah Mada yaitu untuk menguasai Kerajaan Sunda, sebab untuk memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya tersebut, maka dari seluruh kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukkan hanya kerajaan sundalah yang belum dikuasai Majapahit.

Gajah Mada menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat sebagai bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit.

Gadjah Mada lantas mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan mengakui superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Hayam Wuruk sendiri menurut Kidung Sundayana disebutkan bimbang atas permasalah tersebut, karena Gajah Mada adalah Mahapatih yang diandalkan Majapahit pada saat itu.

Gajah Mada lalu mengerahkan pasukannya, Bhayangkara, ke Pesanggrahan Bubat, lokasi rombongan calon pengantin putri dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit.

Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu. Terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara Gajah Mada dengan pasukannya yang berjumlah besar, melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yang berjumlah kecil serta para pejabat dan menteri kerajaan yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Linggabuana, para menteri dan pejabat kerajaan Sunda, serta putri Dyah Pitaloka.

Akibat peristiwa itu, hubungan Hayam Wuruk dan Gadjah Mada merenggang. Tak hanya itu, hubungan kultural dua kebudayaan pun tak lagi harmonis. Dalam masyarakat Sunda berkembang larangan menikah dengan orang timur Sunda, khususnya Majapahit.

Trauma historis itu terus berlanjut, turun temurun, sampai saat ini.

Kenapa??

7 comments:

Anonymous said...

pada hakekatnya manusia di ciptakan sama di mata ALLAH. hanya iman dan taqwa yang mmbedakan.jawa, padang, sunda, batak, dll itu satu padu yang sama. mengapa masih percaya dg mitos2 tersebut? kalau kita percaya dg mitos2 itu brarti sama aja kita percaya kepada selain ALLAh yg nantinya akan menimbulkan syirik... mohon mf kepada yg membaca... makasih,

Anonymous said...

kami keturunan ibunda ketura(istri ke 3 Abraham)pejuang nusantara raya menolak dengan keras permusuhan antara jawa n sunda,barang siapa yang mengumbar permusuhan antara keduanya kami akan hancurkan sehancur2nya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! atas nama tu[h]anku n tu[h]annya abraham.

Anonymous said...

yah orang Sunda mah orang Sunda, orang Betawi yah orang Betawi, Orang Banten yah Banten, Cirebon yah cirebon, orang Jawa yah orang Jawa.. semua suku itu mendiami pulau Jawa... kalo dibilang orang Jawa yah mana terima suku-suku di atas jelas beda budaya dan orang Jawa pun menganggap suku-suku itu bukan orang Jawa sendiri.. yah pasti mah orang Indonesia
toh semua orang juga tahu kalo Indonesia dari beragam suku..
lebih tepat kalo bilang "tinggal di pulau jawa" bukan "orang Jawa yah" begitu gan untuk menghindari ketidaknyamanan
mengenai permusuhan zaman dulu,, itu kan sejarah agan.. liat Banten-Cirebon campuran jawa sama Sunda

Anonymous said...

Kalau gua seh ngakuin majapahit adalah imperium terbesar yg patut di acungi jempol demi bersatunya nusantara

raden said...

Sory ni ni gan, komen2 agan saya baca dan saya setuju, tapi yang terahir yang patut acungi jmpol adalah majapahit "untuk menyatukan nusantara" saya jadi ingin komen juga,
Mnrut saya yang patut di acungi jmpol adalah pajajaran, munurut google yang saya baca semuanya mengatakan pajajaran datang ke majapahit karna dyah pitaaloka mau di peristri gajah mada, logikanya masa iya wanita menghampiri laki2??? Menurut saya sihh salah kalo begitu, karna dari sumber yang bisa saya percayai yaitu kakek saya pensiunan penilik sekolah mengatakan bahwa diah pitaloka menolak lamaran gajah mada, lalu majapahit membuat rekayasa mengundang kerajaan pajajaran untuk bersilaturahmi demi bersatunya nusantara dan pajajaran pun menerima dan mendatanginya dengan para mentri dan pejabat kerajaan dan sedikit pengawal yang di pimpin oleh raden lingga buana termasuk diah pitaloka, namun stelah sampai di bubat pajajaran di sambut hebat ternyata diah pitaloka mau di persunting gajah mada,,, lalu munculah isu bahwa pajajaran datang untuk takluk ke majapahit dan diah pitaloka sebagai upeti..
Barulah di situ trjadi perang hebat karna pajajaran tidak terima dngan semua ini....
Menurut saya yang harus di acungi jempol adalah pajajaran,
Berani mati demi kehormatan kerajaan, tidak takut pasukan lebih sedikit padahal di daerah majapahit
Toh pati jiwa raga
Hutang pati di bayar pati
Hutang wirang di. Bayar wirang
Hutang nyawa di bayar nyawa

Anonymous said...

udahlah, yang penting itu INDONESIA gan !!
baik majapahit, pajajaran, sriwijaya dan kerajaan kerajaan lain di nusantara mereka semuanya cikal bakal INDONESIA !!

Anonymous said...

Bekas kolonialisme divide et impera jangan dipelihara... Ingatlah 1945 bung! Kita harus sudah merdeka dari Belanda dan cara berpikir kolonialis. NKRI harga mati!

Post a Comment