Apa arti bersyukur

on Saturday, November 28, 2009


Sebelum engkau mengeluh akan rasa makanan yang engkau makan, Ingatlah dengan mereka yang sama sekali tidak punya apa-apa untuk dimakan

Alhamdullilah ya allah...ingatkan lah hamba untuk selalu bersyukur akan segala nikmat mu ya Allah...

Dan bumi telah dibentangkan_Nya untuk makhluk-Nya, didalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang, dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?? (Q.S Ar-Rahman 10-13)

Maafkan lah hamba ya Allah, yang terkadang sering lupa atas segala nikmat-nikmat yang telah Engkau berikan kepada hamba...Terimakasih karena Engkau telah mengingatkan kembali kepada hamba apa arti pentingnya bersyukur....

Alhamdulillah

Tentang Seorang Pria

on Sunday, August 16, 2009

Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut, dengan badannya yang mulai membungkuk, disertai suara batuknya yang khas.

Anak perempuan itu bertanya kepada ayahnya, "Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut dan badan ayah kian hari kian membungkuk?? ?" demikian pertanyaannya ketika ayahnya sedang santai di beranda.
Sang ayah menjawab, "Karena aku lelaki".

Anak perempuan itu menggumam "Aku tidak mengerti", dengan berkerut kening karena jawaban ayahnya membuat hatinya bingung dan tidak mengerti. Ayahnya hanya tersenyum, dipeluk dan dibelainya rambut anaknya sambil menepuk bahunya dan berkata, "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki ". Demikian bisik sang ayah yang membuat anaknya bertambah bingung.

Karena perasaan ingin tahunya, dia menemui ibunya lalu bertanya, "Ibu, mengapa wajah ayah kian berkerut dan badan ayah kian hari kian membungkuk? sepertin ya ayah mengalami demikian tanpa ada keluhan atau rasa sakit ???".

Ibunya menjawab, "Anakku, jika memang seorang lelaki bertanggung jawab terhadap keluarga, itu memang akan demikian". Hanya itu jawaban sang ibu. Sampai anak itu tumbuh dan menjadi dewasa, tapi dia masih tetap mencari- cari jawaban, kenapa wajah ayahnya yang tampan berubah menjadi berkerut dan badannya bungkuk??

Hingga suatu malam dia bermimpi. Dalam mimpinya, seolah- olah dia mendengar suara yang lembut tetapi kata-katanya terdengar jelas. Ternyata, suara itu merupakan rangkaian jawaban pertanyaannya selama ini yang selalu dia cari:

"Saat AKU ciptakan lelaki, AKU membuatnya sebagai pemimpin keluarga, serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga tersebut, dan dia senantiasa akan berusaha menahan setiap ujungnya agar keluarganya senantiasa merasa aman, teduh, dan terlindungi" .

"AKU ciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya, dan kegagahannya harus cukup kuat untuk melindungi seluruh keluarganya" .

"AKU beri kemauan kepadanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, walaupun seringkali mendapat cercaan dari anak-anaknya" .

"AKU berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah. Demi keluarganya, dia rela kulitnya tersengat panasnya matahari. Demi keluarganya, dia rela badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan terhembus angin. Dia relakan tenaga perkasanya demi keluarganya dan yang selalu dia ingat adalah semua keluarganya menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil jerih payahnya".

"AKU berikan kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan, yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa ada keluh kesah, walaupun di setiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan seringkali menerpanya".

"AKU berikan perasaan kuat dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, dalam suasana dan situasi apapun, walaupun tidak jarang anak-anaknya melukai perasaan dan hatinya. Padahal, perasaannya itu pulalah yang telah memberikan rasa aman di saat anak-anaknya tertidur lelap, serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila dia sedang menepuk-nepuk bahu anaknya agar selalu saling mengasihi dan menyayangi sesama saudara".

"AKU berikan kebijaksanaan dan kemampuan kepadanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran kepada anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, bahkan seringkali ditentang dan ditolak oleh anak-anaknya" .

"AKU berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran, bahwa istri yang baik adalah istri yang setia terhadap suaminya, istri yang baik adalah istri yang selalu menemani dan bersama-sama menjalani perjalanan hidup di saat suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada istri, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan, dan saling melengkapi serta saling mengasihi".

"AKU berikan kerutan di wajahnya agar menjadi bukti bahwa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup dalam keluarga bahagia, dan badannya yang bungkuk agar dapat membuktikan bahwa sebagai lelaki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga dan segenap perasaannya, kekuatannya, serta kesungguhannya, demi kelanjutan hidup keluarganya" .

"AKU berikan kepada lelaki, tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan sebaik-baiknya, dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh lelaki, walaupun sebenarnya amanah ini adalah di dunia dan di akhirat."

Terkejut anak dari tidurnya dan segera dia berlari, berlutut, dan berdo'a, sampai menjelang subuh. Setelah itu, dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.

"AKU MENDENGAR DAN MERASAKAN BEBANMU, AYAH"

Tentang Seorang Wanita

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?".

Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak".

"Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.

"Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"

Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya- tanya, mengapa wanita menangis

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan. "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"

Dalam mimpinya, Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa- masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, berbaktilah, selagi masih ada waktu.....karena di kakinyalah kita menemukan surga.

Mampu atau tidak mampu??

on Monday, August 3, 2009



Definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita".

Manusia dibentuk dari keyakinannya. Apa yang ia yakini, itulah dia..

I know i can be what I wanna be
If I work hard at it
I will be where I wanna be...

Aku yakin aku bisa...
Insya allah

Tak sabar yang membawa petaka

on Tuesday, July 14, 2009

Baca dikompas tentang cerita seorang anak kecil yg lagi disunat,cerita nya ngebuat ku ga kuat baca sampai habis....ga kuat ngebayanginnya....


Bocah malang itu menjadi korban sunatan massal di Kantor Camat Siberida. Tanpa sengaja, gland penis (kepala kemaluan) Komaruddin terpotong habis. Peristiwa tragis itu ia alami pada Senin pekan lalu ketika Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Riau menggelar sunatan massal di Siberida.

Senin (13/7), saat itu peserta sunatan massal mencapai 170 orang. Komaruddin mendapat urutan paling buncit. Tak sabar menunggu begitu lama, Wahab minta anaknya didahulukan. Permintaan ini dikabulkan petugas dan Komaruddin akhirnya mendapatkan nomor urut 70. "Setelah anak saya dipanggil dan petugas yang menyunatnya bernama Supri. Saya mendampingi anak saya," ucapnya.

Di dalam ruangan, Supri mulai menyunat Komaruddin. "Saya sempat mendengar anak saya menangis dan menjerit kesakitan. Waktu itu saya belum tahu 'burung' anak saya terpotong," ujar Wahab. Ia baru tersadar sewaktu Supri spontan berteriak. "Astagfirullah". Wahab penasaran dan menanyakannya langsung. "Maaf, Pak. Punya anak bapak putus sama daging-dagingnya," ujar Wahab menirukan Supri.

Ga kuat saya baca lanjutannya...kalo mau baca silahkan baca disini

Apa ini gara-gara ga sabar??maka nya ada pepatah orang sabar disayang Tuhan....
kalo udah gini sapa yang salah??orang tua nya yg ga sabar??ato dokter yg nyunatnya??

Stress

on Sunday, June 7, 2009

Stress is a biological term which refers to the consequences of the failure of a human or animal body to respond appropriately to or physical threats to the organism, whether actual or imagined.

Both negative and positive stressors can lead to stress. Some common categories and examples of stressors include: sensory input such as pain, bright light, or environmental issues such as a lack of control over environmental circumstances, such as food, housing, health, freedom, or mobility.

Social issues can also cause stress, such as struggles with con specific or difficult individuals and social defeat, or relationship conflict, deception, or break ups, and major events such as birth and deaths, marriage, and divorce.

Life experiences such as poverty, unemployment, depression, obsessive compulsive disorder, heavy drink, or insufficient sleep can also cause stress. Students and workers may face stress from exams , project deadlines, and group projects.

(http://en.wikipedia.org/wiki/Stress_(medicine))

Feeling like there are too many pressures and demands on you? Losing sleep worrying about tests and schoolwork? Eating on the run because your schedule is just too busy? You're not alone. Everyone experiences stress at times - adults, teens, and even kids. But there are things you can do to minimize stress and manage the stress that's unavoidable.

People who are experiencing stress overload may notice some of the following signs:

a. anxiety or panic attacks
b. a feeling of being constantly pressured, hassled, and hurried
c. irritability and moodiness
d. physical symptoms, such as stomach problems, headaches, or even chest pain
e. allergic reactions, such as eczema or asthma
f. problems sleeping
g. drinking too much, smoking, overeating, or doing drugs
h. sadness or depression

Everyone experiences stress a little differently. Some people become angry and act out their stress or take it out on others. Some people internalize it and develop eating disorders or substance abuse problems. And some people who have a chronic illness may find that the symptoms of their illness flare up under an overload of stress.

Keep Stress Under Control

What can you do to deal with stress overload or, better yet, to avoid it in the first place? The most helpful method of dealing with stress is learning how to manage the stress that comes along with any new challenge, good or bad. Stress-management skills work best when they're used regularly, not just when the pressure's on. Knowing how to "de-stress" and doing it when things are relatively calm can help you get through challenging circumstances that may arise. Here are some things that can help keep stress under control.

a. Take a stand against overscheduling. If you're feeling stretched, consider cutting out an activity or two, opting for just the ones that are most important to you.

b. Be realistic. Don't try to be perfect - no one is. And expecting others to be perfect can add to your stress level, too (not to mention put a lot of pressure on them!). If you need help on something, like schoolwork, ask for it.

c. Get a good night's sleep. Getting enough sleep helps keep your body and mind in top shape, making you better equipped to deal with any negative stressors. Because the biological "sleep clock" shifts during adolescence, many teens prefer staying up a little later at night and sleeping a little later in the morning. But if you stay up late and still need to get up early for school, you may not get all the hours of sleep you need.

d. Learn to relax. The body's natural antidote to stress is called the relaxation response. It's your body's opposite of stress, and it creates a sense of well-being and calm. The chemical benefits of the relaxation response can be activated simply by relaxing. You can help trigger the relaxation response by learning simple breathing exercises and then using them when you're caught up in stressful situations. (Click on the button to try one.) And ensure you stay relaxed by building time into your schedule for activities that are calming and pleasurable: reading a good book or making time for a hobby, spending time with your pet, or just taking a relaxing bath.

e. Treat your body well. Experts agree that getting regular exercise helps people manage stress. (Excessive or compulsive exercise can contribute to stress, though, so as in all things, use moderation.) And eat well to help your body get the right fuel to function at its best. It's easy when you're stressed out to eat on the run or eat junk food or fast food. But under stressful conditions, the body needs its vitamins and minerals more than ever. Some people may turn to substance abuse as a way to ease tension. Although alcohol or drugs may seem to lift the stress temporarily, relying on them to cope with stress actually promotes more stress because it wears down the body's ability to bounce back.

f. Watch what you're thinking. Your outlook, attitude, and thoughts influence the way you see things. Is your cup half full or half empty? A healthy dose of optimism can help you make the best of stressful circumstances. Even if you're out of practice, or tend to be a bit of a pessimist, everyone can learn to think more optimistically and reap the benefits.

g. Solve the little problems. Learning to solve everyday problems can give you a sense of control. But avoiding them can leave you feeling like you have little control and that just adds to stress. Develop skills to calmly look at a problem, figure out options, and take some action toward a solution. Feeling capable of solving little problems builds the inner confidence to move on to life's bigger ones - and it and can serve you well in times of stress.
(http://kidshealth.org/teen/your_mind/emotions/stress.html#)

This article is special for you my friend
-Keep smiling-

Tiada kata terlambat untuk belajar


Seorang buyut berusia 90 tahun asal Chicago, AS, yang putus sekolah untuk membantu keluarganya selama Depresi Hebat akhirnya bisa lulus sekolah menengah atas (SMA).

Eleanor Benz meninggalkan Chicago Public Schools' Lake View High pada 1936 saat duduk di kelas senior untuk bekerja. Dalam beberapa dekade kemudian, wanita itu pindah ke kota Gurnee dan memiliki 15 anak, 54 cucu, dan 37 cicit.

Kepada salah satu putrinya, Benz mengungkapkan bahwa gagal menamatkan sekolah adalah salah satu kekecewaan terbesar dalam hidupnya. Sang anak kemudian menghubungi Lake View dan sekolah itu akhirnya mau memberikan ijazah kepada Benz.

Pekan ini, di ulang tahunnya ke-90, Benz tampil dengan ijazahnya lengkap dengan jubah wisuda 2009 dan rumbai-rumbai tahun 1936.
(Kompas Minggu 7 juni 2009)
Dia masih semangat untuk belajar
Dia merasa sangat kecewa karena gagal menamatkan sekolah
Dia yang sudah tidak muda lagi

Kita yang kadang tidak bersemangat untuk belajar
Kita yang selalu berandai-andai untuk berhenti sekolah
Kita yang masih sangat muda




Bagaimana hari ini?

on Tuesday, June 2, 2009



Tiap hari tanpa disadari...
Jantung berdenyut 103.689 kali
Darah menempuh perjalanan 168.000.000 mil
Bernapas sebanyak 23.040 kali
Menghirup udara sebanyak 483 meter kubik
Menelan 1.5 kg makanan
Meminum 3.5 lt cairan
Berkata-kata sebanyak 25.000 kata
Menggerakkan 750 otot
Kuku bertumbuh 0.00012 cm
Rambut memanjang 0.94353 cm
Sel otak sebanyak 7.000.000 terus bekerja

Tiap hari tanpa disadari pula...
Banyak melakukan hal yang sia-sia
Dosa semakin bertambah
Umur semakin berkurang

Apakah hari ini lebih baik dari hari kemarin??
Apakah hari kemarin lebih baik dari hari ini??
termasuk yang manakah saya hari ini??

Manusia

on Monday, June 1, 2009


Ketika manusia lahir
ia menangis
orang disekitarnya tersenyum
ia tidak bisa melakukan apa-apa
karena itu orang disekitarnya membantunya
ia tidak punya apa-apa
bahkan sehelai kain pun tidak

ketika manusia dewasa
ia bisa menangis
ia bisa pula tertawa
ia bisa melakukan semua hal
namun tetap tidak bisa hidup sendiri
ia punya segala hal didunia ini

ketika manusia mati
ia terdiam
orang disekitarnya menangis
ia kembali tidak bisa melakukan apa-apa
orang disekitarnya akan membantunya untuk yang terakhir kali
ia tidak membawa apa-apa
hanya selembar kain kafan putih

siklus hidup dan mati adalah kepastian Tuhan...
Mengapa masih banyak orang yang takut mati??